Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Thursday, 28 January 2016
7 Ide Kreasi Dari Barang Bekas
Barang-barang bekas di rumah seringkali berakhir di tempat sampah. Walau mungkin sempat terpikir untuk memanfaatkannya, tapi jadi apa?
Beberapa ide di bawah ini mungkin bisa jadi inspirasi dalam mengolah barang-barang bekas tersebut. Tidak perlu menjadi seorang seniman profesional untuk membuat barang-barang dibawah ini.
Friday, 22 January 2016
5 Orang Terkaya Dunia Yang Tak Lulus Kuliah
Bill Gates
Benarkah untuk menjadi orang sukses harus sekolah dan menuntut ilmu setinggi-tingginya? Ada yang setuju ada juga yang tidak.
Tuesday, 12 January 2016
Wanita Pertama Yang Berhasil Menaklukan Gunung Everest
Gunung Everest bagaikan 'pahala surga' bagi para pendaki. Ada kebanggaan tak terkira bila bisa menaklukkan gunung yang juga disebut sebagai Sagarmatha ("Kepala Langit" dalam bahasa Sansekerta).
Tantangan alam yang akrab dengan dunia lelaki ini juga diminati kaum wanita, dan memang sudah banyak perempuan-perempuan hebat yang berhasil mencapai puncaknya. Namun tahukah kamu siapa wanita pertama yang berhasil mendaki dan menaklukkan Puncak Everest?
Tantangan alam yang akrab dengan dunia lelaki ini juga diminati kaum wanita, dan memang sudah banyak perempuan-perempuan hebat yang berhasil mencapai puncaknya. Namun tahukah kamu siapa wanita pertama yang berhasil mendaki dan menaklukkan Puncak Everest?
Monday, 11 January 2016
Raditya Dika, Sukses Setelah Banyak Ditolak Dan Dianggap Gila
Raditya Dika sejatinya seorang penulis, bukan pelawak. Kariernya berawal sebagai blogger. Dalam menulis, gaya Radith Dika memang khas dan berbeda. Dia selalu memaparkan pengalaman pribadi yang konyol, unik, dan mengocok perut. Kini dia tenar, dompetnya tebal. Tapi, siapa sangka dulu Radith kenyang ditolak penerbit karena ide-idenya dinilai gila?
Kesuksesan dalam meniti karier sebagai menulis, membuat pria yang aslinya bernama Dika Angkasaputra Moerwani itu, memberanikan diri merambah ke jalur lain. Dia terjun ke dunia lawak, aktor, model, hingga sutradara.
Pria berumur 30 tahun itu ikut-ikutan merintis panggung stand up comedy di Indonesia. Sekarang ia dipercaya sebagai juri di program acara tersebut. Terakhir, Radith dikenal sebagai pelopor web series di Indonesia. Salah satu karyanya cukup terkenal: ”Malam Minggu Miko”.
Pria berumur 30 tahun itu ikut-ikutan merintis panggung stand up comedy di Indonesia. Sekarang ia dipercaya sebagai juri di program acara tersebut. Terakhir, Radith dikenal sebagai pelopor web series di Indonesia. Salah satu karyanya cukup terkenal: ”Malam Minggu Miko”.
Radith dikenal sebagai entertainer yang sering memuaskan penonton atau penggemarnya. Apa sih latar belakang yang membuatnya menggeluti beberapa profesi? “Gue membuat apa yang ingin gue konsumsi. Misalnya, gue menulis film-film yang gue buat, itu karena gue ingin melihat film dengan skenario komedi romantis sesuai selera gue,” ujar Radith di filmindonesia.
Dari banyak karya, sebagian besar cenderung ke genre komedi. Contohnya ada di buku-buku bertajuk Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh (2005), Cinta Brontosaurus (2006),Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa (2007), Babi Ngesot: Datang Tak Diundang Pulang Tak Berkutang (2008), Marmut Merah Jambu (2010), Manusia Setengah Salmon (2011), dan Koala Kumal(2015).
Semuanya dipaparkan dengan gaya kocak dan mudah dicerna. Begitu juga ketika dia bermain film atau menjadi sutradara. Genre komedi seolah-olah menjadi identitas bagi Radith. “Kebetulan, guememang suka komedi. Awalnya dari baca novel Lupus. Gue suka banget. Setelah itu gue bilang sama diri sendiri, kayaknya gue harus jadi komedian. Itu sejak gue kelas 4 SD. Akhirnya setiap gue menulis diary maupun hal-hal lain, semua larinya ke komedi,” kata peraih penghargaan The Online Inspiring Award 2009 ini.
Kreatifr dan Inovatif
Kesuksesan Radith, tidak diraih secara instan. Dia memulainya dari nol dan menguras tenaga, waktu, serta pikiran. Semua berawal dari keisengannya yang membukukan catatan harian di blog pribadi. Terutama pengalaman pribadi yang unik dan lucu. Tak disangka, keisengan dan ketelatenan dia mengisi blog pribadi itu mendapatkan respon luar biasa. Dia memenangi Indonesian Blog Award.
Kesuksesan Radith, tidak diraih secara instan. Dia memulainya dari nol dan menguras tenaga, waktu, serta pikiran. Semua berawal dari keisengannya yang membukukan catatan harian di blog pribadi. Terutama pengalaman pribadi yang unik dan lucu. Tak disangka, keisengan dan ketelatenan dia mengisi blog pribadi itu mendapatkan respon luar biasa. Dia memenangi Indonesian Blog Award.
Berikutnya, kumpulan tulisan-tulisan pribadi itu ia coba komersilkan. Dika menawarkannya ke beberapa penerbit buku di Jakarta. Apes. Banyak penerbit yang menolak. Maklum, ketika itu, Radith bukan siapa-siapa dan idenya dianggap “gila”.
Beruntung, akhirnya ada satu penerbit yang menerima kumpulan tulisannya. Tapi, itu pun ia raih dengan susah payah. Radith harus melakukan presentasi terlebih dulu. Sejak itulah namanya mulai dikenal. Cowok asli kelahiran Jakarta melejit sebagai penulis muda kreatif dan inovatif.
Beruntung, akhirnya ada satu penerbit yang menerima kumpulan tulisannya. Tapi, itu pun ia raih dengan susah payah. Radith harus melakukan presentasi terlebih dulu. Sejak itulah namanya mulai dikenal. Cowok asli kelahiran Jakarta melejit sebagai penulis muda kreatif dan inovatif.
Buku-bukunya laris di pasaran. Uniknya, ia selalu menampilkan identitas yang berbeda dengan penulis kebanyakan. Dalam memilih judul buku, misalnya, selalu mengandung kata bintang.
“Untuk berhasil, harus ada mimpi dan keinginan kuat untuk mewujudkannya. Passion adalah bensin untuk melakukan sesuatu. Jadi bagi gue, dalam memilih pekerjaan, passion kata kuncinya. Jangan bekerja karena pekerjaannya bergengsi, karena tuntutan orangtua, atau karena gak ada pilihan lain. Tapi bekerjalah karena kamu punya passion yang besar untuk itu,” pungkas dia.
“Untuk berhasil, harus ada mimpi dan keinginan kuat untuk mewujudkannya. Passion adalah bensin untuk melakukan sesuatu. Jadi bagi gue, dalam memilih pekerjaan, passion kata kuncinya. Jangan bekerja karena pekerjaannya bergengsi, karena tuntutan orangtua, atau karena gak ada pilihan lain. Tapi bekerjalah karena kamu punya passion yang besar untuk itu,” pungkas dia.
Habibie Afsyah, Kelemahanku adalah Kekuatanku
Habibie Afsyah (27) seorang pria sederhana. Bungsu dari delapan bersaudara ini lahir di Jakarta pada 6 Januari 1988. Dia putra dari pasangan H. Nasori Sugianto dan Hj. Endang Setyati. Meski memiliki beberapa kekurangan, penderita penyakit muscular dytrophy tersebut sanggup memberikan pelajaran hidup yang berharga dan luar biasa.
Menjalani masa kecil seperti anak-anak pada umumnya. Habibie bukanlah penyandang cacat fisik sejak lahir. Penyakit bawaan muscular dytrophy itulah yang perlahan-lahan merenggut fungsi motorik tubuhnya. Ia mulai tidak bisa menggerakkan anggota tubuh. Pergulatan batin yang cukup luar biasa pun membuatnya kecewa, frustrasi, dan marah.
Perlahan, ia mampu melalui masa itu. Vonis dari dokter tidak menyurutkan semangatnya untuk berprestasi. Habibie ingin membahagiakan orangtuanya, khususnya ibunda tersayang, Endang Setyati.
Sang ibu mendaftarkannya kursus dasar internet untuk pemasaran. Awalnya Habibie mengaku tidak tahu sama sekali tentang bisnis online. Kursus itu sendiri dibawakan dengan Bahasa Inggris dengan memakai penterjemah. Ada kesulitan tersendiri bagi Habibie dalam belajar dasar internet marketing.
Habibie Afsyah
Setelah kursus selesai, Endang kembali mendaftarkan anaknya ke kursus serupa, namun tingkat lanjut. Habibie sempat menolak karena biayanya terlalu mahal. Tapi sang ibu terus memberi semangat dan mendorong Habibie untuk maju.
Di fase ini Habibie intens berdiskusi dengan Suwandi Chow, sang alih bahasa di kursus itu. Setelah belajar selama tiga minggu, ia berhasil mendapatkan hasil penjualan pertama dari Amazon.com dengan Produk Game PS3. Meski komisinya cuma 24 dolar AS, Habibie senang bukan kepalang. Baru kali ini bisa menghasilkan uang dari internet.
Habibie sebenarnya rugi pada komisi pertama ini. Biaya iklan lebih besar dari komisi. Namun Habibie terus berusaha sampai dia bisa mendapatkan komisi 124 dolar, 500, lalu 1000, dan akhirnya 2000 dolar AS. Semua memerlukan proses belajar dan praktek secara konsisten.
Kesuksesan sebagai internet marketer mendorong Habibie untuk membentuk Yayasan Habibie Afsyah. Melalui yayasan ini, ia memberi pelatihan bagi sekitar 50 orang normal dan 60 penyandang cacat. Indonesia Disable Care Community menjadikan mereka sebuah tim guna mengembangkan proyek-proyek berbasis website.
“Kelemahan tidak harus selalu identik dengan kegagalan. Anak difable tak harus menjalani hidup dengan kehampaan, ketidakberdayaan, atau belas kasih orang lain. Kita sendirilah yang harus memutuskan untuk bangkit. Ubah kelemahan jadi kekuatan,” ujar Habibie dalam buku real life yang dia rilis dengan judul Kelemahanku Adalah Kekuatanku.
Subscribe to:
Posts (Atom)





